Tulisan saya berikut ini masih mengenai sapi. Kalau di beberapa tulisan saya yang lalu, saya menulis mengenai hibah Al-zaytun kepada pemerintah RI berupa 18 ekor sapi pejantan unggulan (excellent Bull), kali ini agak sedikit berbeda.
Selain hibah 18 ekor sapi, untuk memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, Al-Zaytun mengimport 1118 ekor sapi perah dari New Zealand sebagai sebuah upaya memenuhi kebutuhan akan susu segar dalam negeri yang saat ini masih tinggi tingkat importnya.
Birokrasi di pihak Indonesia sangat berbeli-belit dan melelahkan sedangkan di New Zealand sendiri prosesnya cepat dan sangat terukur. Sapi-sapi tersebut di kapalkan pada tanggal 22 April dan akan sampai di Indonesia pada tanggal 24 Mei 2008.
“Karena yang kita impor ini, menurut orang New Zealand bagus, dan menurut kita juga bagus,” kata Syaykh Al-Zaytun AS Panji Gumilang ketika dikonfirmasi masalah ini.
Syaykh juga mengatakan akan ke Kanada untuk berburu sapi yang bagus. Akan tetapi sapi-sapi tersebut tidak akan di impor dalam bentuk sapi seperti sapi New Zealand, tapi bakal sapinya (sel sperma).
Al-Zaytun menargetkan pertumbuhan jumlah sapi sebesar 400% per lima tahun. Pada tahun 2013 Al-Zaytun sudah akan memiliki 5.000 ekor kepala, 2018 menjadi 20.000 dan 2023 akan mencapai 80.000 kepala.
5 tanggapan so far ↓
hidayat // Juni 12, 2008 pada 3:43 am
alzaytun is the best….
Andi Gunawan // Juli 13, 2008 pada 1:15 am
wah hebat yaa .. salam kenal
http://www.AyoBangkitIndonesiaku.WordPress.com
syamsul // Agustus 15, 2008 pada 3:48 pm
indonasia belajarlah dari alzaytun
syamsul // Agustus 15, 2008 pada 3:52 pm
maju terus alzaytun Allah pasti mendukung niat baikmu
eri // Februari 20, 2009 pada 4:08 am
Eh, jangan ngomongin yang bagus-bagus, yang baik-baik… ntar dibilang sesat lho..
Tapi katanya ada 6 sapi yang terpaksa di gugurkan yah? karena impor penyakit yang belom ada di indonesia.. bener ga tuh, sayang banget yah.